Apakah Tuhan itu ada menurut Filsafat?


 

Tuhan secara ilmiah dapat di jelaskan lewat prinsip kausalitas. Kausalitas merupakan prinsip sebab-akibat yang ilmu dan pengetahuan yang secara otomatis bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain; bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya akibat sesuatu atau berbagai hal lain yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.


Kausalitas dibangun oleh hubungan antara suatu kejadian (sebab) dan kejadian kedua (akibat atau dampak), yang mana kejadian kedua dipahami sebagai konsekuensi dari yang pertama.


Kausalitas merupakan asumsi dasar dari ilmu sains. Dalam metode ilmiah, ilmuwan merancang eksperimen untuk menentukan kausalitas dari kehidupan nyata. Tertanam dalam metode ilmiah adalah hipotesis tentang hubungan kausal. Tujuan dari metode ilmiah adalah untuk menguji hipotesis tersebut.


setiap materi di dunia ini,terikat dengan yang namanya sebab akibat.Jadi,suatu kejadian ada,karena ada sebab kejadian.Dan dalam konsep ini pula,dikatakan "semua yang berproses,pasti memiliki awal,dan yang memiliki awal pasti memiliki akhir."dan yang memiliki akhir dan awal pasti bukanlah Tuhan.


Menurut Aristoteles, dengan asas berpikir prinsip "kausalitas", yakni bahwa setiap akibat pasti memerlukan sebab, maka dapat kita lihat bahwa setiap sesuatu yang kita ketahui itu memerlukan sesuatu yang lain supaya dirinya bisa terwujud. Dari sini kita peroleh 2 hal;


1. Realitas yang bergantung pada sesuatu yang lain (disebut akibat),


2. Realitas yang digantungi oleh sesuatu yang lain (disebut sebab).


Bila ternyata realitas sebab itu memerlukan sesuatu yang lain juga, maka dapat dikatakan dia juga sebagai akibat bagi sesuatu yang digantungi itu.... dst.


Maka, kausalitas atau sebab-akibat ini pun membentuk suatu rantai sebab-akibat.


Nah, rantai sebab-akibat ini memiliki beberapa kemungkinan sbb:


1. Tidak berujung ( A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D disebabkan E, dst.--- tak berujung)


2. Berujung pada sebab yang tidak lagi disebabkan (A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D disebabkan X, X tidak lagi disebabkan oleh apapun --- berujung pada X sebagai sebab awal)


3. Berputar atau daur.(A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan A.)


Nah, kemungkinan ke-3 adalah mustahil. Mengapa? Karena berdasarkan kaidah "Setiap Sebab tentu lebih sempurna daripada akibatnya", maka kemungkinan ketiga adalah mustahil adanya. Yakni mustahil C disebabkan oleh A, padahal A tidak lebih sempurna daripada C, sehingga tidaklah mungkin mengakibatkan C.


Beralih kepada kemungkinan ke-1, itupun mustahil. Mengapa? karena bila rantai sebab-akibat ini tidak berujung, artinya semua yang ada ialah akibat. Bila semuanya adalah akibat, bagaimana mungkin ia bisa terwujud..??


(Ibaratnya katakanlah ada 15 orang pelari yang tidak akan mulai berlari sebelum salah satu di antara mereka ada yang berlari terlebih dahulu. Maka, agar mereka sungguh-sungguh mulai berlari, harus ada setidaknya salah satu diantara mereka yang mau berlari tanpa syarat.)


Nah, bila kenyataannya kini akibat itu memang ada (dalam analogi tadi 15 orang pelari itu memang berlari) itu berarti memang ada Sebab awal yang tidak memerlukan sebab lain bagi keberadaannya (Alias Sebab Primer/ prima causa, dalam analogi tadi adalah pelari yang berlari tanpa syarat).


Maka, kemungkinan ke-2 lah yang benar.


Nah dengan demikian, keberadaan Sebab awal yang tidak lagi disebabkan itu terbukti kebenarannya.


Dan, dengan kaidah, setiap sebab pasti lebih sempurna daripada akibatnya, maka sebab awal ini pastilah yang paling sempurna dari segala yang ada, yang karenanya, dikatakanlah bahwa itulah yang disebut dengan "Tuhan".


Demikian argumen Aristoteles..."


----------------------------


Pada dasarnya argumen ini berangkat dari pemahaman bahwa:


1. Segala sesuatu yang terjadi disebabkan oleh sesuatu yang lain... selayaknya B menyebabkan C dan B disebabkan oleh A.


2. Mereka bergerak dalam rangkaian sebab akibat dalam artian bahwa tanpa B tidak akan ada C dan tanpa A tidak akan ada B


3. Rangkaian sebab akibat itu bukanlah tanpa titik, sebaliknya, rantai itu memiliki titik awal dimana segalanya diawali, titik penyebab itulah yang kita sebut Prima Causa (T), The First Mover.


Lalu,akan muncul pertanyaan berikutnya.…bagaimana bisa "Tuhan tidak ada sebab dan tak ada pencipta..? Bukankah, semua yang ada di Dunia ini harus memiliki sebab..? Dengan kata lain, Tuhan itu gak logis donk...?"


Benar,semua itu tak logis kalo kita membicarakan Tuhan yang berupa materi.


Perlu diketahui, Tuhan itu bukanlah materi.Dengan kata lain,Tuhan tak terikat oleh hukum apapun,termasuk hukum kausalitas.Karena hukum sains hanya berlaku pada sesuatu yang berupa materi.Sampe sini saja,secara logika sudah dapat di buktikan bahwa Tuhan itu logis dan bisa di analisis baik dari segi logika,sains maupun sejarah..


Materi sendiri adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume.

Terimakasih.

Salam Wawasan.


ABOUT ME.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Filsafat yang dapat mengubah pemikiran seseorang dalam kehidupan

Siapa filsuf favoritmu? Mengapa?