Apa saja yang membuktikan bahwa Yesus dan Isa itu berbeda?
Dengan keberanian saya, akhirnya saya melontarkan pendapat saya tentang hal ini.
Bukan bermaksud untuk menentang atau apapun, saya hanya ingin menjelaskan sesuai dengan informasi yang saya dapat dan juga sesuai dengan sejarah yang ada pada masing-masing agama.
Untuk menjawab pertanyaan ini ada dua kemungkinan yaitu dengan mendekati menurut sudut pandang murni teologis dan dengan mendekati menurut sudut pandang Kitab Suci yang menceritakannya. Aku memilih cara yang kedua saja, yaitu mendekati Isa atau Yesus menurut teks yang mengisahkan mereka.
- Kelahiran Isa dan Yesus
Kedua Kitab Suci menunjuk fakta bahwa Isa dan Yesus lahir dari kuasa Allah. Namun yang membedakan adalah Isa lahir sebagai utusan Allah sementara Yesus lahir sebagai Firman Allah dimana Yesus adalah Allah yang turun merendahkan diri sebagai anak manusia untuk merasakan bagaimana hidup langsung sebagai manusia (mengarah konsep tritunggal).
Isa lahir dari Maryam, saudari Harun. Sedangkan Yesus lahir dari Maria, silsilah keturunan Daud. Jika menurut konteks sejarah, maka Maryam dan Maria jelas tokoh yang berbeda masa.
Isa dikisahkan dilahirkan oleh Maryam di bawah pohon kurma [tanpa ada suami?]. Sedangkan Yesus dilahirkan oleh Maria di kandang dengan ditunggui Yusuf suaminya walau di Alkitab dijelaskan bahwa Yusuf tidak pernah berhubungan badan dengan Maria. Dari kisah ini jelas terdapat sebuah perbedaan yang mencolok di antara Isa dan Yesus. - Ajaran Isa dan Yesus
Ada satu hal yang pernah saya tahu bahwa Isa ditanya oleh Allah, “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?” Kurang lebihnya, kisah ini sering menjadi titik perdebatan, orang kristen menyembah tiga Allah: Bapa, Maria, dan Yesus Kristus. Padahal Yesus memerintahkan para murid untuk membaptis dalam nama Bapa, Anak [Yesus Kristus], dan Roh Kudus. - Seputar kematian Isa dan Yesus
Isa dikisahkan dalam 2 versi. Versi pertama dikisahkan bahwa isa memiliki kesucian, kesejahteraan pada waktu dilahirkan, mati, dan dibangkitkan. Versi kedua Isa tidak mati. Yang disalibkan adalah orang yang diserupakan dengan dia. Sementara Yesus adalah tokoh yang mengalami penderitaan, disalibkan, wafat, dan bangkit. Sekali lagi, dari data Kitab Suci aku menjumpai data yang berbeda.
Nah, jika berbeda mengapa harus ada pertentangan. Membiarkan perbedaan itu dan menghargainya adalah tindakan yang elegan. Kalau tetap ngotot untuk mempersoalkan bawa keduanya adalah tokoh yang sama, mengapa ada perbedaan? Pasti ujung-ujungnya adalah klaim siapa yang benar dan siapa yang salah. Siapa yang jujur dan siapa yang telah berbohong. Mana yang asli dan mana yang telah dimanipulasi. Kalau sudah ke arah pertanyaan ini, rasaku kok tidak akan pernah berhenti, apalagi jika diskusinya sudah menggunakan isi kebun binatang.. fiewh.... Makin kacau lagi. Mengapa kacau, karena persoalannya adalah soal klaim: aku benar dan kamu salah. Tetapi jika berangkat dari keyakinan bahwa mereka itu adalah sosok yang berbeda, tidak perlu ada klaim-klaim. Masing-masing dapat berjalan beriringan tanpa perlu bersenggolan dan gontok-gontokan.
Terimakasih.
Salam Wawasan.

Komentar
Posting Komentar